Selasa, 28 Agustus 2018

Cerita Horor Saat Datang Ke Sekolah Di Pagi Hari

Kumpulan Cerita Horor - Hi.. perkenalkan nama saya Dewi Hestia, ingin share narasi seram tetapi peristiwanya telah agak lama seputar 2 tahun lantas waktu saya masih tetap kelas XII SMP.

Cerita Horor Saat Datang Ke Sekolah Di Pagi Hari
Cerita Horor Saat Datang Ke Sekolah Di Pagi Hari
Pagi itu saya pergi ke sekolah agak cepat seputar jam 6 : 15 karena banyak pekerjaan yang belumlah selesai dana mencoba untuk mencari cari Situs Judi Terkini untuk saya mainkan dan melepaskan waktu, tapi setelah bermain judi via online say bukan mala mengerjakan PR tetapi  mengerjakan seperti proposal karena saya salah satunya pengurus OSIS. Waktu datang di sekolah suasananya masih tetap begitu sepi, belumlah ada anak-anak yang hadir. Pagi itu juga cuacanya mendung serta gerimis, saya juga bergegas menuju kelas, serta dari terlalu jauh saya lihat siswa wanita lagi duduk2 di taman samping kelas. Dalam hati " Yes.. ada kawan hadir cepat juga : D "

" Eh.. kamu Dinda, cepat juga yah datangnya " sapaku.
" Ia Wik dah biasa juga ", sekalian senyum sangat terpaksa.
" Ngapain duduk di tempat ini kan gerimis, yuk Din ke kelas ".
" Janganlah Wik, janganlah masuk ke kelas dahulu, nantikan anak2 ramai hadir ", Dinda berupaya mencegatku serta mukanya terlihat pucat, kaki tangannya juga gemetaran begitu.
" Memang mengapa Din? " tanyaku.
" Gpp Wik, barusan cocok saya masuk kelas seperti ada suatu begitu, semestinya kamu janganlah masuk dahulu sendiri ".
" Oh.. baiklah, tetapi saya masukin tas dahulu ya. Kelak saya ke sini lagi ".

Datang di kelas saya agak dikit kaget karena semua meja serta kursi pada amburadul bahkan juga di sudut belakang ada meja yang dinaikan ke meja lainnya tetapi modelnya ke-2 bagian meja itu yang berhimpitan. tapi saya tidak begitu curiga karena tidak terdapat darah apa lagi Darah Gentayangan yang bisanya buat orang menjadi takut dan merinding" Hilang ingatan ne kelas, siapa sich anak2 yang iseng ginian " pikirku dalam hati. Tetapi kelihatannya tadi malam cocok pulang sekolah baik2 saja deh serta ni kelas digembok sama penjaga sekolah.

Saya juga cuek saja, sekalian membetulkan meja serta kursi saya yang turut amburadul soalnya saya mesti merampungkan proposal dana untuk perayaan Maulid di sekolah, Dinda juga saya acuhkan. Asik-asiknya menulis tidak diduga saja situasi di kelas berasa aneh, terkadang tercium aroma daun pandan serta aroma yang demikian menusuk, saya juga masih cuek serta biasa saja.

Akan tetapi tidak diduga dari belakang terdengar nada meja digeser serta itu berlangsung begitu keras serta cepat. Cocok saya melihat kebelakang tidak ada apa2, tidak ada orang, serta meja kursi juga masih tetap diposisi sebelumnya. Saya juga agak takut juga jadinya serta bergegas ke luar kelas menjumpai Dinda.

" Din, tujuan kamu barusan lihat suatu apa itu sich, tak ada apa2 kok. Yok temani saya dikelas, banyak pekerjaan nih " saya coba masih tenang serta tidak bercerita ke Dinda apakah yang baru saja saya alami. " Janganlah dahulu Wik, kelak saja nantikan anak2 ramai. Barusan cocok saya masuk kelas sendiri, saya lihat meja serta kursi melayang begitu, saya coba teriak serta lari dari sana tetapi gak dapat. Agak lama barusan saya ketakutan di kelas sendiri ". Dinda memang seringkali ngalami hal2 aneh di sekolah serta dia begitu seringkali kesurupan. " Ohh.. menjadi kelas amburadul barusan apakah karena.. " jawabku dalam hati.

Seputar 20 menit lalu situasi sekolah telah agak ramai serta tampak hanya Candra serta Firman rekan sekelas kami yang baru hadir. " Din, yuk masuk kelas. Tuch Candra serta Firman dah hadir, gerimis nih ". Pada akhirnya Dinda juga sepakat serta berbarengan masuk ke kelas. Akan tetapi tidak diduga belum Dinda menempatkan tasnya dia tampak berlaku aneh, seperti orang ketakutan karena lihat suatu yang mengerikan begitu. Mukanya pucat, matanya agak melotot serta sekalian berjalan mundur menuju pintu kelas.

" Din kamu mengapa? " tanyaku.
" Mari keluar, tolong bawa serta keluar saya dari sini ".
" Mengapa Din, kamu simak apakah? " tanyaku. Firman serta Candra terlihat heran.
" Wik.. tolong pegang tanganku, saya ingin jatuh gak kuat berdiri nih. Ayok kita keluar dari sini " pinta Dinda.
Dia juga tampak pucat serta lemas sekali. Saya juga bergegas memegang tangan Dinda serta Candra juga saya mohon bantu. Akan tetapi sikap Dinda semakin aneh, dia berteriak-teriak begitu serta tangannya begitu dingin.

" Firman.. janganlah disana..!! dia ada disebelahmu, wanita itu ada disebelahmu " teriak Dinda. Langsung Firman yang lagi duduk enjoy di sudut kelas tampak ketakutan. Dinda juga semakin menjadi-jadi dia berteriak gak karu2an begitu serta pada akhirnya tidak sadarkan diri. Kami bertiga juga kebingungan serta karena takut juga kami putuskan membawa Dinda ke rumah penjaga sekolah karena kantor guru belumlah buka, masih tetap sangat pagi.

Sesudah Dinda siuman serta kondisi normal kembali, Firman menanyakan apakah yang dihadapi Dinda barusan. Narasi Dindapun membuat bulu kuduk ku berdiri, dia menyampaikan cocok di dalam kelas barusan dia lihat seseorang wanita yang kenakan pakaian putih, rambutnya panjang serta agak acak2kan begitu, makhluk itu duduk di atas meja sudut belakang pas di dekat Firman barusan.

Dinda juga menyampaikan saat makhluk itu berdiri serta akan mendatanginya, memiliki bentuk seram sekali seperti kuntilanak tetapi berbadan besar bahkan juga makhluk itu dikit menunduk saat akan mendekatinya serta bahu dari makhluk itu menyentuh langit-langit kelas kami.

Saya juga benar2 ketakutan saat memikirkan apakah yang dikisahkan Dinda dengan hal2 aneh yang saya alami dikelas barusan.

Seru bukan namun Cara Dapatkan Situs Horor seperti ini anda tidak perlu ragu dan bisa anda dapatkan dengan mudah di google atau internet yang sudah lama berkembang di dunia, dimana cerita horor yang di sediakan ada yang di bagikan dari pengalaman dan ada juga karangan untuk mnembuat anda lebih menantang dan seru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar